Kumpulan Karya Siswa

Peri Pirmansyah

AKU RINDU

Ku tunggu pertemuan denganmu

walau jiwa ini belum pernah menjumpaimu

Ku gapai pertemuan itu ada

walau hati ini belum tau siapakah itu

Ku ini ada di sampingmu

walau diri ini sulit mencarimu dengan kebodohan ini

Ku rindukanmu pada pertemuan itu

walau sekalipun tidak ada pertemuan


 

Peri Pirmansyah

GAPAI CITA DENGAN ASA

Gunung-gunung menancap tinggi di atas bumi

Lautan luas menutupi semua permukaannya

Daratan tersebar di antara hamparan lautan dan gunungan yang kokoh menghiasinya

Ku duduk berada di antaranya semuanya

Ku duduk berada agar dapat menjulam tingginya langit meninggi jauh di atas gunung-gunung

Ku duduk berada menghampar lurus untuk menggapai luasnya alam

Ku duduk berada ini untuk mencapai segalanya yang ada dengan segala kebaikannya

Ku ada, Ku berada, Ku duduk terus beranjak berdiri melebihi keinginannku dalam dudukku

Ku ada, karena Ku harus dapat ada dan menggapainya.


Peri Pirmansyah

AKU RINDU

Ku tunggu pertemuan denganmu

walau jiwa ini belum pernah menjumpaimu

Ku gapai pertemuan itu ada

walau hati ini belum tau siapakah itu

Ku ini ada di sampingmu

walau diri ini sulit mencarimu dengan kebodohan ini

Ku rindukanmu pada pertemuan itu

walau sekalipun tidak ada pertemuan


Peri Pirmansyah

TENTENG CINTA

Walaupun ku tak tahu akan kebenaran cinta,
tapi ku tau kalau cinta itu ada

Walaupun ku tak tau akan diriku tentang cinta,
tapi ku tau kalau ku punya cinta

Cinta memang ada, karena ia telah
ada sebagai fitrah pada manusia

Jangan pernah kau maksud tuk pergi
meninggalkan cinta yang telah ada

dan cinta yang datang.

Senantiasa menjaga cinta yang ada

hingga kau pun tiada.

Selama ia ada
janganlah kau tinggalkan ia

Capailah cinta sejatimu


Khoerul fathurrahman

 

DUKA BENCANA

      Hanya sekali ku gamparkan tanah air ini
      Semua itu cukup mengirim selaksa duka lara
      Membuat hati kian merana
      Saat terjadi bencana
      Kini smua berubah menjadi kepedihan
      Para bocah kehilangan orang tua
      Orang tua kehilangan buah hatinya
      Harta benda sumber kehidupan tak lagi punya makna
      Ketika semua berubah menjadi kalbu
      Ketulusan adalah pelita
      Keiklasan untuk berbagi menghapuskan duka kesedihan
      Dan menjadi sebuah harapan tuk tersenyam kembali
      Di hari kemudian………….

Satrio

 

OH IBU!


Oh Ibu
Ketika senja menerpa, kau akan kujaga
Ketika kau redup, kau akan selalu terang dihatiku
Bagai rembulan yang menghiasi malam
Namun, usia telah berkata inilah saatnya
Aku tahu, tangis itu pasti menemaninya
Andai engkau ada, akan ku peluk engkau

Wahai Ibu
Seperti saat dahulu kala
Saat hujan membasahi bumi
Engkau yang menemaniku dengan api unggunmu
Engkau yang menghiburku dengan mainan dari kertas
Engkau yang selalu menemaniku disaat duka dan lara
Oh Ibu engkaukan selalu bersinar dihatiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: